Sekilas Mengenal Muhammadiyah

 


Oleh: Wira Kusuma

Muhammadiyah lahir 18 september 1912 M yang bertepatan pada bulan hijriyyah 8 dzulhijjah 1330 M. Didirikan oleh Muhammad Darwis murid dari Syekh Khotib Al Minangkabawi. Muhammadiyah adalah gerakan da’wah terbesar yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Muhammadiyah diberi nama oleh pendirinya yaitu untuk bertafa’ul atau berpengharapan baik untuk menjunjung tinggi agama islam yang semata-mata terwujudnya ‘Izzul Islam wal Muslimin. Perkembangan Muhammadiyah dalam masalah pendidikan berkontribusi dengan mendirikan srandakan, wonosari, imogiri, dll. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya suatu hal yang tidak di inginkan yang terjadi oleh pihak belanda karena Muhammadiyah diizinkan oleh belanda untuk sebuah perkumpulan saja tidak boleh menyebar kemana-mana.

Adapun sistem pendidikan Muhammadiyah yang diterapkan oleh Ahmad Dahlan mengambil dari sisi positive barat dan digabungkan dengan pendidikan islam (klasik) agar menjadi manusia yang intelektual. Selama perkembangannya Muhammadiyah memiliki cabang-cabang yang tersebar di era itu, diantaranya:

1. Nurul Islam Pekalongan

2. Al Munir Makassar

3. Ahmadiyyah di Garut

4. Perkumpulan SATF (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah)

Cabang-cabang ini dengan nama-nama yang berbeda di setiap tempat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dengan tujuan agar tidak dicurigai oleh Belanda, karena Muhammadiyah meminta izin kepada kolonial Belanda hanya mendirikan sebuah organisasi perkumpulan semata dan tidak boleh bercabang.

Dari sini dapat diketahui bahwasannya Muhammadiyah adalah sebuah organisisasi dengan perkembangan yang meningkat karena lebih mengutamakan pergerakannya yang sangat cepat terutama di ranah pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk membawa pembaharuan yang salam dalam sistem pendidikan teori yang diambil oleh K.H. Ahmad Dahlan mengambil dari sistem barat dan digabung dengan sistem pesantren untuk mengkolaborasikan antara ilmu umum dan ilmu islam sehingga menciptakan manisia yang intelektual tidak hanya paham umum saja tetapi juga harus paham agama.


Tag: #damai #ormas #muhammadiyah #islam #sandyakala

Editor: Muhammad Dini Syauqi Al Madani

Penulis: Wira Kusuma

Comments