Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan di Mesir tahun 1928 oleh Hasan al-Banna muncul sebagai sebuah respons langsung terhadap keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1924. Di tengah menyebarnya sekularisme setelah masa penjajahan, IM hadir dengan membawa tujuan utama untuk membentuk kembali akidah umat Islam dan menjadikan Islam sebagai fondasi utama dalam mendirikan sebuah negara. Orientasi politik organisasi ini sangat dipengaruhi oleh dimanika pemikiran para tokoh pimpinannya dari masa ke masa, terutama Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, Hassan al-Hudaybi, dan Umar al-Tilmisani. Hassan al-Banna memandang bahwa Islam adalah sebuah sistem komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk negara, moral, hukum, dan politik. Beliau secara tegas menolak pemisahan agama dari urusan politik (sekularisme), yang ia anggap sebagai virus yang disebarkan oleh pihak Barat, sehingga sebuah pemerintahan bara layak disebut sebagai pemerintahan ...