Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Di Barat tumbuh sebuah pemahaman kaku tentang sekularisasi yang mengasumsikan bahwa modernisasi akan menyingkirkan peran agama dari ranah publik. Agama diprediksi hanya akan menyusut menjadi urusan pribadi, dianggap irasional, dan secara perlahan ditinggalkan seiring dengan menguatnya diferensiasi-fungsional serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kerangka teori ini dihadapkan pada realitas sosiologis di dunia Islam, Ernest Gellner menemukan sebuah anomaly besar. Islam terbukti menjadi pengecualian utama yang secara nyata menentang tesis sekularisasi tersebut, karena di era modern ini, vitalitas sosial dan keagamaan umat Islam justru tampil semakin kuat. Konsep sekularisasi ini bagi para cendekiawan Muslim dianggap memiliki muatan makna yang sangat berbeda dari lintasan sejarah masyarakat Barat. Alih-alih bermakna penyingkiran agama, sekularisasi dalam konteks keislaman difahami sebagai upaya meletakkan secara tepat mana dimensi ...