Skip to main content

Posts

Membongkar Nalar Inklusivisme Agama Nurcholis Madjid

Recent posts

Anatomi Jiwa dan Kosmologi Raga dalam Manifesto Kesehatan Ibnu Sina

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Urgensi terhadap pemeliharaan kesehatan mental semakin meningkat seiring dengan tingginya tekanan sosial, proses urbanisasi, dan menurunnya kohesi di masyarakat. Terdapat peningkatan signifikan pada kasus gangguan mental dan tingkat bunuh diri yang mengkhawatirkan. Fenomena ini menuntut pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif dalam menangani krisis psikologis. Ibnu Sina menawarkan pendekatan biopsikososialnya yang memiliki kesatuan yang terintegrasi dengan kondisi fisik, kognitif, spiritual, dan lingkungan sosial manusia. Perjalanan intelektual Ibnu Sina menjadikannya sebagai pionir dalam ilmu kedokteran dan psikologi modern. Ia berhasil mengawinkan tradisi keilmuan Yunani dengan nilai-nilai epistemologi Islam. Bukunya yang berjudul al-Qānūn fī at-Țhibb dan Daf’ul Madhar Al-Kulliyah ‘Anil Abdan al-Insaniyah menjadi rujukan yang mewariskan konsep pemeliharaan kesehatan secara paripurna. Ibnu Sina memosisikan jiwa manusia sebagai enti...

Rasionalitas Kehidupan Setelah Mati dalam Konstruksi Pemikiran Al-Ghazali

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Eskatologi berasal dari bahasa Yunani eschatos (akhir) dan logos (ilmu) yang menjelaskan tentang diskursus fundamental yang mengkaji peristiwa akhir zaman, fase kehidupan setelah kematian, hari kebangkitan, hingga takdir keabadian manusia di surga atau neraka. Diskusi mengenai hari akhir kerap kali hanya berhenti pada tataran dogma teologis. Berbeda dengan Imam Al-Ghazali, yang merupakan seorang pemikir yang secara konsisten mengintegrasikan ilmu kalam dan filsafat. Beliau menjadikan eskatologi sebagai basis rasional dan etis yang sangat krusial bagi persiapan jiwa manusia di alam dunia. Al-Ghazali memandang bahwa kehidupan akhirat memiliki eksistensi yang riil dan implikasi langsung terhadap realitas kehidupan manusia saat ini. Yang mana beliau berpandangan bahwa kebangkitan kelak akan mencakup dua dimensi, yaitu kebangkitan jasmani dan rohani. Hal ini sekaligus menjadi bantahan tegas terhadap sebagian pandangan sekuler atau para filsuf yan...

Rahasia Keseimbangan Jiwa dan Pendidikan Moral Menurut Imam Al-Ghazali

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Imam Al-Ghazali memandang bahwasannya moral atau akhlak Adalah sebuah keadaan yang stabil atau menetap di dalam jiwa, di mana tindakan-tindakan lahir darinya dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran atau pertimbangan yang panjang. Apabila keadaan jiwa tersebut secara natural menghasilkan perbuatan-perbuatan baik yang dihargai oleh akal budi maupun syariat, maka ia disebut akhlak yang baik. Sebaliknya, jika yang muncul dengan mudah adalah perbuatan-perbuatan buruk, maka keadaan jiwa tersebut disebut sebagai akhlak yang baik. Struktur moral ala Al-Ghazali dikendalikan oleh tiga kekuatan dalam diri manusia, yaitu kekuatan pikiran, kekuatan syahwat, dan kekuatan amarah. Kekuatan pikiran yang terlatih dan terarah akan menghasilkan kebijaksanaan, yang mampu membedakan antara kebenaran dan kebohongan, serta kebaikan dan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang berbunyi, “ Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianuger...

Evolusi Perjuangan Ikhwanul Muslimin dalam Menegakkan Syariat Negara

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan di Mesir tahun 1928 oleh Hasan al-Banna muncul sebagai sebuah respons langsung terhadap keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1924. Di tengah menyebarnya sekularisme setelah masa penjajahan, IM hadir dengan membawa tujuan utama untuk membentuk kembali akidah umat Islam dan menjadikan Islam sebagai fondasi utama dalam mendirikan sebuah negara. Orientasi politik organisasi ini sangat dipengaruhi oleh dimanika pemikiran para tokoh pimpinannya dari masa ke masa, terutama Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, Hassan al-Hudaybi, dan Umar al-Tilmisani. Hassan al-Banna memandang bahwa Islam adalah sebuah sistem komprehensif yang mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk negara, moral, hukum, dan politik. Beliau secara tegas menolak pemisahan agama dari urusan politik (sekularisme), yang ia anggap sebagai virus yang disebarkan oleh pihak Barat, sehingga sebuah pemerintahan bara layak disebut sebagai pemerintahan ...

Menggugat Kapitalisme dan Komunisme Lewat Gagasan Sosialisme Islam Mustafa as-Shiba'i

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Agama Islam dan sosialisme sejatinya memiliki titik temu yang kuat dalam upaya menciptakan Masyarakat yang setara, menjamin kesejahteraan sosial, dan mengentaskan kemiskinan. Meskipun ada pandangan yang menolak gagasan ini karena menganggap sosialisme murni ideologi Barat, Islam sebenarnya telah lama memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun struktur yang adil. Hal ini dapat dilihat pada praktik ibadah seperti zakat, infak, dan sedekah yang merupakan pilar penting yang sejak awal dirancang untuk memastikan kekayaan didistribusikan secara merata ke semua lapisan Masyarakat, dan tidak hanya berputar serta menumpuk di kalangan orang kaya saja. Kita semuanya sadar akan cengkeraman kapitalisme saat ini, sehingga konsep keadilan dalam ekonomi menjadi kebutuhan yang mendesak untuk dijawab, dan salah satu tokoh yang berhasil merumuskan solusinya Adalah Mustafa as-Shiba’i, seorang politisi asal Suriah. Beliau menulis sebuah buku berjudul Ishtirākiyat...

Aktualisasi Filsafat Ilmu untuk Pengembangan Sains Islam Melalui Studi Epistemologis

   Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Akar Historis Kemunduran Sains Islam Sains secara umum diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu ilmu alam ( natural science ) dan ilmu sosial ( social science ). Gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan tampak lebih menonjol pada wilayah ilmu-ilmu sosial, meskipun belakangan ini institusi pendidikan Islam mulai gencar mengintegrasikan Islam dengan ilmu eksakta, seperti melahirkan diskursus matematika Islam dan fisika Islam. Integrasi ini sangatlah krusial karena dalam paradigma Islam, menuntut ilmu adalah wadah pemenuhan rasionalitas, dan mengemban misi ganda berupa pencarian rida Allah SWT sekaligus memberikan kemaslahatan bagi umat manusia ( rahmatan lil 'alamin ). Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali 'Imran: 191: الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ...