Keberhasilan Ibnu Sina dalam Islamisasi Metafisika dan Sains Aristoteles
Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Setiap zaman memiliki tokoh besarnya sendiri, jika Yunani kuno memilik Aristoteles, maka Islam memiliki Ibnu Sina. Beliau merupakan seorang dokter yang agung, seorang penulis kanon ilmu kedokteran, sekaligus seorang pemikir yang dijuluki sebagai Aristoteles Muslim. Lewat karyanya yang berjudul Asy-Syifa’ , beliau berhasil merangkum, mensistemasi, dan mengembangkan ilmu pengetahuan Islam pada abad pertengahan ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Di dalam karya yang sama, beliau mempertemukan filsafat Yunani kuno dengan ajaran agama Islam. Beliau melakukan islamisasi filsafat sekaligus filosofisasi Islam, mengubah metafisika yang berbicara tentang wujud benda-benda menjadi sebuah teologi atau ilmu ketuhanan. Sintesis ini menginspirasi tokoh besar agama lain, seperti Thomas Aquinas di dunia Kristen dan Maimonides dalam tradisi Yahudi. Salah satu perombakan terbesar Ibnu Sina terhadap pemikiran Aristoteles adalah mengenai posisi Tuhan. Arist...







.jpg)

