Skip to main content

Posts

Featured

Menjawab Krisis Ekologi Melalui Dialog Ekoteologi Al-Qur’an dan Alkitab

Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Krisis lingkungan saat ini bersumber dari dua hal sekaligus, yaitu sains-teknologi dan dimensi batin manusia. Agama diyakini memiliki kapasitas yang sangat besar untuk membentuk pola pikir dan sikap masyarakat terhadap isu-isu ekologi. Kasihannya, teologis sering kali menempatkan alam hanya sebagai ladang kendali yang bisa dieksploitasi oleh manusia secara bebas yang memicu krisis ekologi. Sebagaimana Yudeo-Kristen yang memisahkan kedudukan manusia dari alam. Karenanya, guna menjawab tantangan pemikiran ini, hadirlah ekoteologi, yaitu sebuah disiplin yang membahas kesadaran dan kepedulian lingkungan dengan berlandaskan pada keimanan kepada Tuhan. Islam memandang hubungan antara manusia dan alam berakar kuat pada prinsip tauhid. Ia menegaskan bahwa alam semesta adalah tanda kebesaran Tuhan, sehingga umat manusia memikul tanggung jawab penuh untuk senantiasa melindunginya. Ketika manusia mengekploitasi alam secara berlebihan, tindakan itu dinilai se...

Latest Posts

Kritik Ekoteologi Al-Qur'an terhadap Komodifikasi Alam dan Eksploitasi Hutan

Keberhasilan Ibnu Sina dalam Islamisasi Metafisika dan Sains Aristoteles

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Sebagai Penangkal Pengaruh Sains Sekuler Barat

Menggali Etika Insaniyyah dalam Islam sebagai Solusi Krisis Dehumanisasi dan Keadilan Global

Tawaran Indonesia dalam Merawat Pluralisme di Era Modern

Menelisik Akar Pluralisme Modern di Indonesia

Reinterpretasi Ayat Gender Amina Wadud dalam Bingkai Hermeneutika Dialogis Hans-Georg Gadamer

Menggugat Narasi Anti-Politik Islam dan Sesat Pikir Tata Negara Kelompok Sekuler di Indonesia

Membongkar Nalar Inklusivisme Agama Nurcholis Madjid

Anatomi Jiwa dan Kosmologi Raga dalam Manifesto Kesehatan Ibnu Sina