Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Imam Al-Ghazali memandang bahwasannya moral atau akhlak Adalah sebuah keadaan yang stabil atau menetap di dalam jiwa, di mana tindakan-tindakan lahir darinya dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran atau pertimbangan yang panjang. Apabila keadaan jiwa tersebut secara natural menghasilkan perbuatan-perbuatan baik yang dihargai oleh akal budi maupun syariat, maka ia disebut akhlak yang baik. Sebaliknya, jika yang muncul dengan mudah adalah perbuatan-perbuatan buruk, maka keadaan jiwa tersebut disebut sebagai akhlak yang baik. Struktur moral ala Al-Ghazali dikendalikan oleh tiga kekuatan dalam diri manusia, yaitu kekuatan pikiran, kekuatan syahwat, dan kekuatan amarah. Kekuatan pikiran yang terlatih dan terarah akan menghasilkan kebijaksanaan, yang mampu membedakan antara kebenaran dan kebohongan, serta kebaikan dan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang berbunyi, “ Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianuger...