Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani
Keberagaman
Agama di Indonesia
Indonesia
merupakan bangsa yang majemuk dengan keragaman kepercayaan dan agama yang
dipeluk oleh warganya. Hal tersebut juga telah dijamin oleh UUD 1945 dan
pancasila dengan bukti penjaminan atas kepemelukan warganya terhadap agama
masing-masing. Karena agama mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada pemeluknya
dan menjadi sangat penting, karena dengannya mampu menjadikan manusia untuk
menjadi pribadi yang lebih sabar dan memiliki rasa kemanusiaan serta peduli
antara satu dengan yang lainnya. Namun, disamping itu pula agama juga dapat
menjadi peredam sekaligus penyebab konflik.
Oleh
karenanya salah satu pendekatan yang dapat digunakan di dalam menyikapi masalah
tersebut yaitu dengan teori desa buana “global village” yang dengannya
menjadikan manusia lebih mudah dan bebas di dalam menjalin silaturahmi satu
dengan yang lainnya, baik budaya, etnis, bahasa, dan agama. Hasilnya menjadikan
manusia mengenal lebih dalam dan menghayati dalam konfrontasi langsung.
Konsekuensinya yaitu mengedapankan sikap keniscayaan harus dilihat serta
dihargai dengan semestinya dengan tetap bersikap kritis dan apresiatif yang
kemudian menjadikan manusia agar dapat menjadi lebih hidup.
Kehidupan
beragama di Indonesia seringkali timbul gesekan disebabkan kemudahan
menyesatkan antara satu agama dengan agama lainnya. Oleh karenanya pemahaman agama
harus dipandang sebagai pedoman hidup yang universal, karena dinamika kehidupan
beragama dapat dilihat melalui para pemeluknya. Dari sinilah kemudian
diharamkan bagi pemeluk antar agama agar tidak menonjolkan identitas agama
masing-masing, karena hal tersebut merupakan bentuk tidak menghargai antar
sesama agama. Adapun yang dapat dilakukan oleh pemeluk agama yaitu berhubungan
baik sesama manusia dan juga hubungan baik terhadap penciptanya sesuai yang
digariskan di tiap-tiap agama.
Keberagaman agama di Indonesia perlu dipelihara, karena hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan dari penciptanya yang telah menciptakan keberagaman tersebut. Apabila manusia menolak hal tersebut, maka justru akan sangat sulit karena berlawanan dengan hukum yang ada. Oleh karenanya alternatif terbaik di dalam menjaga hal tersebut dengan cara memeliharanya agar tidak melahirkan perpecahan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pembinaan terhadap masyarakatnya demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Terlebih hal itu juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama.
Memahami
Pluralisme di Indonesia
Pluralisme
dasarnya berasal dari kata “plural” yang artinya lebih dari satu sesuai
realitas dan kenyataan. Secara terminologi pluralisme diartikan dengan paham
ideologi yang menerima keberagaman sebagai nilai positif dan keragaman sebagai
sesuatu yang empiris, yang diimbangi dengan upaya penyesuaian dan negoisasi di
antara mereka. Tanpa memusnahkan sebagian keragaman, pluralisme juga
mengasumsikan penerimaan. Di samping itu pluralisme juga diartikan dengan
pengakuan atas keberadaan dan hak agama lain.
Menyikapi
pluralitas yang terjadi, Gus Dur menekankan perlu adanya keterbukaan, tanpa
perlu adanya eklusivitas agama yang akan berdampak terhadap kerusuhan. Amin
Abdullah kemudian menekankan bahwasannya perbedaan ajaran agama itu pasti,
namun kesamaan di dalamnya juga ada seperti rasa kemanusiaan. Hal tersebut
bukanlah relatif, dalam artian relatif secara pelaksanaan namun absolut secara
ide dan fikiran. Dari sinilah kemudian diklaisifikan bahwasannya agama ada yang
ditempatkan dalam perbedaan perolehan dan perbedaan bawaan. Memperoleh dari
leluhur atau bawaan dari ajaran agama masing-masing.
Pluralisme
agama memandang agama secara setara dengan agama yang lainnya dan terhadap
pluralitas agama sebuah paham dan cara pandang semua agama adalah sama. Secara
sosiologis pluralisme merupakan sebuah keniscayaan, karena setiap pemeluknya
memiliki agama yang berbeda-beda. Oleh karenanya pluralisme merupakan bentuk
pengakuan yang sangat sederhana, yang tidak membutuhkan pengakuan etika dan
kebenaran dari agama lain. Hal inilah yang kemudian yang harus dilakukan dengan
tujuan agar tidak terjadi banyak konflik serta menjaga keharmonisan antar
sesama.
Adapun
tantangan yang tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia berkenaan dengan
pluralisme agama disebabkan karena ketidakpahaman akan pluralisme agama, yang
dilandasi atas eklusifitas agama tertentu. Penyebab yang lain yaitu monopoli klaim
kebenaran oleh kelompok agama tertentu. Hal inilah yang kemudian melahirkan
konflik antar agama yang berdampak terhadap keutuhan kemajemukan bangsa
Indonesia serta gesekan kecil hingga besar yang berdampak terhadap disintegrasi
bangsa. Dari sinilah kemudian perlu adanya pemahaman pluralisme agama yang
tanpa adanya konflik antar umat beragama. Walaupun beda agama namun tidak boleh
membenci melainkan harus dicintai dan disayangi.
Di dalam
membuka peluang proyek pluralisme agama di Indonesia dapat dilakukan dengan upaya
melihat apa yang menjadi esensi sesungguhnya dari suatu ajaran tertentu sembari
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi meraih kedamaian, bukan dengan
hitam putih salah dan benar, sehingga yang salah masuk neraka dan yang benar
masuk surga.
Mukti Ali menawarkan
sebuah konsep “Membangun Plural Society” atau masyarakat serba ganda
sebagai upaya bangsa Indonesia dalam menjadi manusia seutuhnya. Dengan cara
menuntut masyarakatnya untuk rukun. Yang mana hal ini akan dapat diwujudkan
apabila tidak adanya kacau balau di dalam masyarakatnya. Oleh karenanya setiap
pemeluk agama diharuskan menyadari bahwasannya agama yang ia peluk adalah agama
yang paling baik, tetapi juga mengakui adanya persamaan dan perbedaan dengan
yang lainnya. Namun menyikapi perbedaan tersebut bukan membencinya melainkan
menghargai dan menghormatinya. Hal inilah yang kemudian disebut oleh Mukti Ali
sebagai sikap “setuju dalam perbedaan”. Oleh karenanya apabila sikap
pluralisme agama di Indonesia apabila dirawat dengan baik maka akan berdampak
terhadap sehatnya hubungan antar beragama dan akan menjadikan Indonesia sebagai
negara percontohan dalam merawat kerukunan.
Dari sini dapat disimpulkan bahwasannya Tantangan Indonesia sebagai negara pluralisme agama yaitu banyaknya agama dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat Indonesia tentu akan melahirkan gesekan-gesekan kecil bahkan gesekan besar. Bila kondisi ini dibiarkan tentu akan berdampak pada disintegrasi bangsa. Untuk itu perlunya pemahaman pluralisme agama yang tanpa adanya konflik antar umat beragama. Walaupun beda agama tidak lantas saling membenci tetapi juga berkomitmen untuk saling menjaga. Adapun peluang pluralisme agama bagi keutuhan bangsa yaitu bila dirawat dengan baik akan berdampak pada sehatnya hubungan antar umat beragama. Dengan demikian, Indonesia sebagai Negara majemuk akan menjadi Negara percontohan dalam merawat kerukunan.

Comments
Post a Comment