Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2024

Dekolonisasi Studi Al-Qur'an: Mengupas Pemikiran Joseph Lumbard

  Oleh: Muhammad Diaz Supandi Joseph Lumbard, seorang akademisi Muslim Amerika terkemuka yang mengkhususkan diri dalam kajian Al-Qur'an, telah memberikan kontribusi dalam wacana dekolonisasi studi keagamaan. Sebagai profesor Studi Al-Qur'an di Universitas Hamad bin Khalifa, Qatar, Lumbard menyuarakan kritik tajam terhadap dominasi paradigma intelektual Barat dalam studi Al-Qur'an. Ia menyoroti bahwa pendekatan ini masih sangat dipengaruhi oleh warisan kolonialisme epistemologis, di mana tradisi intelektual Islam sering kali dikesampingkan atau dianggap kurang relevan. Dalam artikel terbarunya yang berjudul "Decolonizing Quranic Studies," Lumbard mengungkapkan bahwa tradisi keilmuan Barat cenderung meminggirkan kekayaan epistemologi Islam klasik, yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk memberikan perspektif alternatif dalam memahami Al-Qur'an. Lumbard menyoroti bahwa meskipun umat Islam menghormati Al-Qur'an secara spiritual, potensi heuristiknya dal...

Deskontruksi Islam: Islamofobia Prespektif Rasisme Epistemik

  Oleh: Rifqi Baihaqi Zaki Fenomena Islamofobia sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah peradaban Islam. Jejak awal Islamofobia dapat dilihat dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Pada masa awal penyebaran Islam, muncul resistensi yang kuat dari para pemuka Quraisy, yang kala itu merupakan kelompok penguasa di Mekkah. Mereka merasa terancam oleh ajaran Islam yang membawa nilai-nilai ketauhidan, keadilan, dan kesetaraan sosial, karena hal tersebut bertentangan dengan kepentingan politik, ekonomi, dan ideologi mereka. Dengan masyarakat yang saat itu masih diliputi kepercayaan jahiliah dan menyembah berhala, kebangkitan Islam dipandang sebagai ancaman terhadap status quo. Kebencian dan penolakan sepihak dari kaum Quraisy terhadap ajaran Islam dapat dianggap sebagai bentuk embrio Islamofobia yang berakar pada kepentingan kekuasaan serta ketakutan terhadap perubahan tatanan sosial yang dibawa oleh ajaran Islam. Dalam catatan barat, islamfobia merujuk ...

Filosofi Tanah: Dari Kedalaman Alam, Menuju Kedalaman Jiwa

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Tanah, elemen yang seringkali dianggap remeh dalam kehidupan sehari-hari, ternyata menyimpan kedalaman yang tak terhingga. Bukan sekadar lapisan fisik yang menopang kehidupan, tanah merupakan simbol dari segala yang tersembunyi dan yang perlahan tumbuh dari dasar. Ia menjadi metafora bagi jiwa manusia, yang juga kerap kali menyembunyikan kekuatan-kekuatan tak tampak yang hanya bisa dimengerti dengan perenungan dan pengalaman mendalam. Di bawah kaki kita, ia menyimpan segala yang perlu untuk kehidupan. Ia adalah wadah yang menyuburkan, yang memberikan ruang bagi akar-akarnya untuk merambat, yang membentuk fondasi bagi tumbuhnya segala macam bentuk kehidupan. Namun, ia juga mengajarkan kita tentang keterhubungan yang dalam antara dunia luar dan dunia batin kita. Seperti akar yang tumbuh menembus kedalaman bumi, jiwa kita pun terhubung dengan realitas yang lebih dalam, yang tidak selalu tampak oleh mata kasat. Filosofi tanah mengajarkan kita ...