Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2024

Konsep Moderasi Beragama Perspektif Ki Hajar Dewantara

  Oleh: Rifqi Baihaqi Zaki Beragam persoalan terkait keberagaman agama sering kali menimbulkan konflik besar yang tidak jarang berakhir dengan korban jiwa di indonesia. Sering kali terdengar berita mengenai lemahnya persatuan, mulai dari peperangan, pemberontakan, hingga pembunhuhan. Padahal, berbagai upaya moderasi beragama telah banyak dibahas dalam bebrapa dekade terakhir sebagai langkah pencegahan, namun hasilnya belum maksimal dan masih menjadi topik perbincangan hangat hingga kini. Sebagai bangsa, kita seharusnya menyadari bahwa keberagaman adalah takdir indonesia. Negara ini merupakan bangsa yang majemuk dengan ras, suku, budaya, bahasa, dan agama. Keaneragaman ini seharusnya menjadi pendorong kuatnya persatuan bangsa, namun kenytaannya, perbedaan ini sering kali menjadi penghalang dan menimbulkan konflik yang memecah belah bangsa. Perbedaan seharusnya menjadi sebuah kekuatan, bukan menjadi sumber perpecahan. Agama contohnya, menjadikan agama alasan dalam hal mengahakimi s...

Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah: Konsep Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan

  Oleh: Muhammad Sabilillah Pada umumnya, Moderasi atau wasathiyah diartikan sebagai posisi tengah, seimbang, atau terpusat. Dalam Islam, wasathiyah mengacu pada nilai "moderat" yang menekankan humanisme-dialogis, persaudaraan, keadilan, harmoni, toleransi antar umat beragama, dan menghindari ekstremisme. Istilah ini sering dihubungkan dengan kata wasathan dalam Al-Qur’an dan Hadis, seperti disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 143: “ Dan demikian Kami telah menjadikan kamu umatan wasatan agar kamu menjadi saksi-saksi atas perbuatan manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang dahulu menjadi kiblatmu melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot." (Al Baqarah:143) Ada beberapa prinsip yang menjadi ciri moderasi beragama diantaranya 1) Tawassuth (mengambil jalan tengah), 2) Tawazun (berkeseimbangan), 3) I’tidal (lurus dan tegas), 4) Tasamuh (toleransi), 5) Musawah ...

Pemikiran Amin Abdullah dalam Mengintegrasikan Keilmuan

  Oleh: Muhammad Sabililillah Amin Abdullah sebagai salah satu tokoh pemikir Islam Kontemporer yang terkenal dengan berbagai gagasannya mengenai keilmuan Islam, hermeneutika, filsafat dan disiplin lainnya merupakan tokoh yang fenonemal sebagai akademisi. Banyak dari karyanya menjadi rujukan utama dalam berbagai perbincangan ilmiah, bedah pemikirannya menjadi salah satu kegiatan rutin di kalangan akademisi. Biografi Amin Abdullah Prof. Dr. M. Amin Abdullah lahir di Margomulyo, Tayu, Pati, Jawa Tengah, pada 28 Juli 1953. Pendidikan awalnya dimulai di Kulliyat Al-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) di Pesantren Gontor Ponorogo dan diselesaikan pada tahun 1972. Kemudian, ia melanjutkan program Sarjana Muda (Bakaleurat) di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) di pesantren yang sama, lulus pada tahun 1977 (Anam, 2023). Selanjutnya, ia menyelesaikan program Sarjana di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Perbandingan Agama, di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1982. Pada tahun 1985, dengan...

MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA: Konsep dan Implementasi

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan bahkan agama. Hal inilah yang kemudian menjadi penguat akan kesatuan Indonesia. Namun, di sisi lain, hal tersebut justru menjadi akar di dalam lahirnya benturan antar kelompok. Hal inilah yang kemudian berdampak terhadap diskrimanasi dan tak jarang juga memakan korban. Salah satu hal yang seringkali dikumandangkan oleh pemerintah yaitu moderasi beragama. Karena hal ini diharapkan mampu menangani kasus kekerasan yang terjadi karena akar tersebut. Semisal ada beberapa kelompok sebut saja Front Pembela Islam (FPI) yang menghancurkan fasilitas yang ada dengan alasan jihad Allah. Dan juga berbagai masalah lainnya yang tidak penulis sebutkan satu persatu. Di dalam sebuah penelitian oleh Inayah Rohamaniyah disebutkan bahwasannya munculnya sikap keras dalam beragama tidak lepas dari pemahaman tekstual di dalam memahami teks agama baik al-Qur’an maupun al-Hadits. Yang kemudian h...

Kritik Pemikiran Arab: Dekonstruktif Mohammad Arkoun

  Oleh: Rifqi Baihaqi Zaki Perubahan adalah suatu kepastian dalam kehidupan manusia. Perkembangan pemikiran yang mencerminkan perkembangan nalar, merupakan respons manusia terhadap perubahan tersebut. Nalar tidak lah konstan dan tetap, melainkan berubah seiring dengan kemajuan alat berfikir dan penemuan penemuan baru. Pemikiran yang relevan pada masa kini mungkin tidak lagi sesuai jika diterapkan pada masa lampau, dan sebaliknya. Dalam pemikiran Arab modern, terdapat tiga tipe utama: Transformatif yang mengusulkan transformasi radikal dari budaya tradisional ke masyarakat rasional dan ilmiah, reformis yang menggunakan pendekatan deskonstruktif, dan ideal -totalistik yang menganggap ajaran islam secara idealis dan totalistik Metode dekonstruktif merupakan suatu pendekatan baru dalam pemikiran Arab kontemporer. Para pemikir yang menggunakan metode ini adalah mereka yang terpengaruh oleh gerakan (pasca-)strukturalisme Prancis dan beberapa pemikir pascamodern lainnya, seperti Jacques...