Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2024

Kritik Terhadap Liberalisasi Pemikiran Islam

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Pemikiran liberal di Eropa pada mulanya bertujuan untuk membebaskan manusia dari penindasan manusia lainnya. Secara etimologi kata liberal berasal dari kata “ liber ” berarti bebas atau merdeka. Seiring perkembangan zaman hal tersebut kemudian diartikan dengan pemberian kebebasan kepada manusia seluas-luasnya. Adapun lawan dari kebebasan ini adalah absolutisme kekuasaan, depotisme atau aliran otoriter. Dalam konteks liberalisasi islam, hal ini merupakan pemberian kebebasan terhadap individu di dalam menentukan pilihannya mulai dari kehidupan, sosial, politik, agama, dll. Yang mana kebebasan tersebut menjadi pondasi utama terhadap arah kehidupannya. Dari sinilah yang kemudian memunculkan masalah baru yang berdampak buruk terhadap agama yaitu kebebasan dalam menganut dan meyakini serta mengamalkan apapun sesuai kecenderungan, kehendak, serta selera masing-masing, dan menjadikan agama sebagai urusan individu. Oleh karenanya amar ma’ruf wa nahi ...

Feminisme di Indonesia: Kajian Atas Tokoh Feminisme dan Gagasannya

  Oleh: Handila Berangkat dari pengertiannya Feminisme berasal dari bahasa Latin femina, kemudian ia diterjemahkan kedalam bahasa Inggris Femine , yang dapat diartikan memiliki sifat-sifat perempuan. Secara umun sering kali feminism dinisbatkan kepada Gerakan wanita yang menuntut persamaan hak antara kaum laki-laki dan perempuan. (Bendar 2020, 26) . Kata ini sendiri pertama kali dicetuskan oleh Charles Fourier, seorang aktivis sosialis utopis pada 1873. Namun jika melihat sejarahnya, maka akan di dapati bahwa Gerakan feminism mendapatkan wadah pertama kali pada tahun 1785, pada masa ini muncul sebuah seruan yang menuntut persamaan antada wanita dan pria yang berpusat di Eropa, lambat laun pergerakan ini berpindah dari Eropa ke Amerika dengan pesat sejak publikasi John Stuart Mill yang berjudul Perempuan Sebagai Subjek tahun 1869. (Hasyim 2012, 79).  Salah satu Gagasan yang dikemukakan oleh kaum feminis adalah pengarusutaraan gender (gender mainstreaming) atau sebuah upaya untu...

Isu Feminisme Mengenai Politik Tubuh dan Kekerasan Seksual

  Oleh: Usamah Sirojul Haromain Perempuan dalam berbagai sisi sering dikaitkan dengan suatu istil a h yang melekat mengenai posisinya dalam media yaitu ketidakadila n, k etidakadilan terhadap perempuan dalam lingkungan ini berangkat dari pengertian adanya ketidakadilan yang dilakukan oleh manusia terhadap non manusia atau alam. [1] Foucault, sebagai filsuf pasca-strukturalis, menyatakan bahwa tubuh dikuasai oleh modernitas melalui kekuasaan bio-medis. Dia berargumen bahwa secara khusus tubuh perempuan diamati dan dikendalikan sedemikian rupa dengan ketat karena tubuh dalam pandangan moder-nitas merupakan sarana produksi. [2] Tubuh perempuan dapat dikatakan menempati posisi utama dalam wacana modernitas. Lebih lanjut Foucault menyebutnya sebagai fetisisme tubuh karena penetrasi regulasi wacana yang berpusat pada tubuh, utamanya persoalan rahim. Akibatnya, perempuan menjadi polisi bagi tubuhnya sendiri. Tubuh perempuan diawasi sedemikian rupa, semata-mata untuk memenuhi standar k...