Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2026

Membongkar Nalar Inklusivisme Agama Nurcholis Madjid

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Wacana pemikiran keislaman di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh gagasan Nurcholis Madjid atau biasa dikenal dengan Cak Nur, yang oleh para pengikutnya sering dianggap membawa napas pembaruan yang mencerahkan. Salah satu produk intelektualnya adalah gagasan mengenai Teologi Inklusif. Daya tarik teologi ini bahkan membuahkan kekaguman mendalam di kalangan intelektual, sebagaimana diungkapkan oleh Goenawan Mohamad dalam pengantar buku Cak Nur: “Setiap kali saya mendengarkan Nurcholis Madjid, setiap kali saya merasa ada yang tersematkan dalam iman saya: Tuhan yang Esa itu adalah Tuhan yang inklusif. Ke dalam ke-Maha Pemurah-an itu saya ditampik.” Pernyataan ini merepresentasikan bagaimana inklusivisme diterima sebagai oase teologis, meski pada saat yang sama memantik persoalan konseptual yang serius terkait identitas dan esensi agama. Gagasan teologi inklusif ini lahir sebagai antitesis terhadap paham eklusivisme yang diklaim sebagai...

Anatomi Jiwa dan Kosmologi Raga dalam Manifesto Kesehatan Ibnu Sina

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Urgensi terhadap pemeliharaan kesehatan mental semakin meningkat seiring dengan tingginya tekanan sosial, proses urbanisasi, dan menurunnya kohesi di masyarakat. Terdapat peningkatan signifikan pada kasus gangguan mental dan tingkat bunuh diri yang mengkhawatirkan. Fenomena ini menuntut pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif dalam menangani krisis psikologis. Ibnu Sina menawarkan pendekatan biopsikososialnya yang memiliki kesatuan yang terintegrasi dengan kondisi fisik, kognitif, spiritual, dan lingkungan sosial manusia. Perjalanan intelektual Ibnu Sina menjadikannya sebagai pionir dalam ilmu kedokteran dan psikologi modern. Ia berhasil mengawinkan tradisi keilmuan Yunani dengan nilai-nilai epistemologi Islam. Bukunya yang berjudul al-Qānūn fī at-Țhibb dan Daf’ul Madhar Al-Kulliyah ‘Anil Abdan al-Insaniyah menjadi rujukan yang mewariskan konsep pemeliharaan kesehatan secara paripurna. Ibnu Sina memosisikan jiwa manusia sebagai enti...

Rasionalitas Kehidupan Setelah Mati dalam Konstruksi Pemikiran Al-Ghazali

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Eskatologi berasal dari bahasa Yunani eschatos (akhir) dan logos (ilmu) yang menjelaskan tentang diskursus fundamental yang mengkaji peristiwa akhir zaman, fase kehidupan setelah kematian, hari kebangkitan, hingga takdir keabadian manusia di surga atau neraka. Diskusi mengenai hari akhir kerap kali hanya berhenti pada tataran dogma teologis. Berbeda dengan Imam Al-Ghazali, yang merupakan seorang pemikir yang secara konsisten mengintegrasikan ilmu kalam dan filsafat. Beliau menjadikan eskatologi sebagai basis rasional dan etis yang sangat krusial bagi persiapan jiwa manusia di alam dunia. Al-Ghazali memandang bahwa kehidupan akhirat memiliki eksistensi yang riil dan implikasi langsung terhadap realitas kehidupan manusia saat ini. Yang mana beliau berpandangan bahwa kebangkitan kelak akan mencakup dua dimensi, yaitu kebangkitan jasmani dan rohani. Hal ini sekaligus menjadi bantahan tegas terhadap sebagian pandangan sekuler atau para filsuf yan...