Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2026

Aktualisasi Filsafat Ilmu untuk Pengembangan Sains Islam Melalui Studi Epistemologis

   Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Akar Historis Kemunduran Sains Islam Sains secara umum diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu ilmu alam ( natural science ) dan ilmu sosial ( social science ). Gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan tampak lebih menonjol pada wilayah ilmu-ilmu sosial, meskipun belakangan ini institusi pendidikan Islam mulai gencar mengintegrasikan Islam dengan ilmu eksakta, seperti melahirkan diskursus matematika Islam dan fisika Islam. Integrasi ini sangatlah krusial karena dalam paradigma Islam, menuntut ilmu adalah wadah pemenuhan rasionalitas, dan mengemban misi ganda berupa pencarian rida Allah SWT sekaligus memberikan kemaslahatan bagi umat manusia ( rahmatan lil 'alamin ). Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali 'Imran: 191: الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ...

Resepsi dan Demarkasi: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Pemikiran Keislaman William Montgomery Watt

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Peta Pemikiran Orientalisme di Indonesia Diskursus mengenai orientalisme dalam kancah pemikiran Islam kontemporer di Indonesia selalu menempati posisi yang dinamis sekaligus dialektis. Kehadiran karya-karya sarjana Barat dalam mengkaji Islam tidak lagi dipandang sebagai entitas tunggal yang monolitik, melainkan dipetakan secara kritis ke dalam dua kategori besar, yaitu apresiatif ( appreciative ) dan kritisisme ( criticism ). Apresiasi akademis umumnya diberikan oleh para sarjana Muslim terhadap karya orientalis yang menunjukkan kecenderungan objektif, jujur, dan menggunakan pendekatan ilmiah yang terbuka dalam membedah studi keislaman. Sebaliknya, artikulasi kritik dilesakkan secara tajam apabila produk pemikiran Barat tersebut mulai mengonfrontasi, mereduksi, atau menyinggung wilayah akidah, teologi, serta ideologi yang disakralkan oleh umat Islam. Dalam lanskap sosiologis Indonesia yang memiliki latar belakang keagamaan yang heterogen, kaji...

Ikhtiar Melawan Kejumudan Tekstualis Menuju Paradigma Pendidikan Islam yang Terbuka Lewat Filsafat Falsifikasi Karl Popper

  Oleh: Muhammad Dini Syauqi Al Madani Karl Raimund Popper lahir pada tanggal 28 Juli 1902 di kota Wina, Austria. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga intelektual yang berkebudayaan tinggi, ayahnya, Dr. Simon S. Carl Popper, adalah seorang sarjana hukum dan pengacara yang mencintai buku serta filsafat, sedangkan ibunya merupakan seorang pencinta musik yang pandai bermain piano. Ketertarikan mendalam terhadap dunia akademis membawa Popper menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 1928 dengan disertasi berjudul Zur Methodenfrage der Denkpsychologie (Masalah Metode dalam Psikologi Pemikiran) hingga ia berhasil meraih gelar doktor di bidang filsafat. Selang satu tahun kemudian, berbekal gelar diploma yang dimilikinya, ia mengajar matematika dan IPA di sekolah menengah alam. Sebagai putra daerah, Popper dikenal sebagai salah satu kritikus paling tajam terhadap pemikiran dominan yang berkembang di Lingkar Wina ( Vienna Circle ). Meskipun ia mengakui dirinya sebagai pengritik luar da...